Jumat, 14 Juli 2017

SEJARAH TAMAN KALIJODO DAN PERUBAHAN TAMAN KALIJODO DARI DULU SAMPAI SEKARANG



Kalijodo adalah sebuah area di sekitar Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan, di sepanjang bantaran timur Banjir Kanal. Secara umum, daerah yang dianggap Kalijodo adalah RT 001, RT 003, RT 004, RT 005 dan RT 006 pada RW 05 Kelurahan Pejagalan. Daerah ini terkenal sebagai sarang hiburan malam dan prostitusi untuk kelas bawah. Daerah ini menjadi terkenal karena sorotan dalam cerita dan film Ca Bau Kan, serta menjadi sasaran penertiban pada masa pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

SEJARAH KALIJODO
Pada awalnya nama Kalijodo berasal dari kata Kali dan Jodoh. Tempat ini di masa lalu adalah salah satu tempat perayaan budaya Tionghoa bernama peh cun, yaitu perayaan hari keseratus dalam kalender imlek. Salah satu tradisi dalam perayaan peh cun adalah pesta air. Pesta ini menarik perhatian kalangan muda dan dibiayai oleh orang-orang berada dari kalangan Tionghoa. Pesta air itu diikuti oleh muda-mudi laki-laki dan perempuan yang sama-sama menaiki perahu melintasi kali Angke. Setiap perahu diisi oleh tiga hingga empat perempuan dan laki-laki. Jika laki-laki senang dengan perempuan yang ada di perahu lainnya ia akan melempar kue yang bernama Tiong Cu Pia. Kue ini terbuat dari campuran terigu yang di dalamnya ada kacang hijau. Sebaliknya, jika perempuan menerima, ia akan melempar balik dengan kue serupa. Tradisi ini akhirnya terus berlanjut sebagai ajang mencari jodoh sehingga dari sinilah sebutan Kali Jodoh berasal. Tradisi ini berhenti di tahun sejak tahun 1958 setelah Wali Kota Jakarta Sudiro yang menjabat diera 1953-1960 melarang perayaan budaya Tionghoa.
Menurut versi lain, Kalijodo memang pada awalnya sudah merupakan wilayah prostitusi terselubung. Pada tahun 1600an, banyak pelarian dari Manchuria berlabuh di Batavia, lalu mencari istri sementara atau gundik karena tidak membawa istri dari negara asalnya. Tempat untuk mencari pengganti istrinya di daerah Kalijodo. Para calon gundik ini mayoritas didominasi oleh perempuan lokal, yang akan berusaha menarik pria etnis Tionghoa dengan menyanyi lagu-lagu klasik Tionghoa di atas perahu yang tertambat di pinggir kali. Pada masa tersebut, perempuan yang akan menjadi gundik disebut Cau Bau. Cau Bau, yang bermakna perempuan, dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan pelacur. Kendati demikian, di lokasi tersebut masih berlangsung aktivitas seksual dengan transaksi uang. Aktivitas utamanya adalah menghibur dan mendapat penghasilan, mirip konsep Geisha di Jepang. 
Di masa kini, Kalijodo tidak hanya dikunjungi orang-orang etnis Tionghoa, namun juga laki-laki non Tionghoa. Akibatnya Kalijodo berubah menjadi tempat pelacuran sesungguhnya. Bahkan semakin ramai sejak Kramat Tunggak ditutup.
Kalijodo sebenarnya sudah direncanakan untuk ditertibkan sejak tahun 2014 dengan alasan merupakan jalur hijau. Namun kemudian tertunda karena menunggu penertiban Waduk Pluit selesai. Setelahnya, Pemprov DKI mendapat momentum dengan adanya kecelakaan yang melibatkan Toyota Fortuner setelah pengemudinya minum minuman keras sepulang dari Kalijodo. Akhirnya pada tanggal 29 Februari 2016, penduduk Kalijodo direlokasi dengan melibatkan 5000 personel Polri, 2500 personel Satpol PP dan 400 personel TNI. Penertiban berlangsung lancar, dengan penduduk yang memiliki KTP DKI bersedia dipindahkan ke rusunawa Marunda dan Pulogebang atau dipulangkan ke daerah asal.
Setelah Kalijodo ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana membangun kembali kawasan Kalijodo dengan bekerja sama oleh pengembang swasta untuk mengerjakan beberapa proyek di Kalijodo. Salah satu sasaran pembangunan Ahok di Kalijodo adalah pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau.
Pembangunan yang dilakukan pemprov DKI berlangsung selama kurang lebih satu tahun untuk mewujudkan Kalijodo menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau. Taman Kalijodo diresmikan untuk umum pada tanggal 22 Februari 2017 dengan berbagai macam fasilitas yang disediakan di dalamnya untuk menunjang berbagai macam kegiatan pengunjung. Berikut adalah beberapa perubahan fisik yang terdapat pada Taman Kalijodo :

PERATURAN TAMAN KALIJODO
Peralihan fungsi taman kalijodo sejak Februari 2017 oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dari tempat prostitusi menjadi tempat ruang publik terpadu ramah anak ini juga merubah peraturan-peraturan yang ada. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo yang lebih terkenal dengan Taman Kalijodo ini memiliki jam operasional, buka jam 07.00 sampai dengan jam 23.00. Walaupun pernah ada pengumuman dari Gubernur Jakarta bahwa Taman Kalijodo akan memiliki jam operasional 24 jam dalam sehari dan menggunakan sistem shift tetapi pada pelaksanaannya tidak berjalan demikian. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo sekarang ini juga sudah memiliki tempat parkir yang tersedia untuk para pengunjung sehingga para pengunjung tidak perlu takut untuk meninggalkan kendaraannya saat mengunjungi Taman Kalijodo, hanya perlu menunjukan Surat Tanda Nomor Kendaraan dan membayarkan biaya parkir kendaraan pengunjung akan aman berada ditempat parkir.
Sejak diresmikan 22 Februari 2017 lalu, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat. Dikunjungi ratusan anak dan pengunjung dewasa lainnya setiap harinya. Hal ini berpengaruh pada kualitas dari fasilitas yang terdapat pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak tersebut, pemeliharaan yang tidak rutin terhadap fasilitas menimbulkan banyak masalah pada fasilitas yang ada contohnya seperti pada mainan anak pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak yang sudah mengalami kerusakan. Karena mainan anak yang seharusnya diperuntukan hanya untuk anak-anak malah digunakan oleh para kaum remaja bahkan dewasa yang menemani anak-anak hal ini sangat berpengaruh pada tingkat ketahanan dari mainan tersebut yang membuat mainan tersebut cepat rusak. Maka dari itu harus ada peraturan dari guberbur maupun pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo yang mengatur tentang pengguanan fasilitas yang terdapat pada rumah publik tersebut agar fasilitas yang ada dapat dimaksimalkan dan digunakan oleh pengunjung yang seharusnya. 
Dilihat dari udara yang terdapat pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo ini masih memiliki udara yang baik untuk dikonsumsi hanya saja masih kurang di tumbuhi tanaman hijau. Karena seperti yang diagendakan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo ini awalnya ditujukan sebagai Ruang Terbuka Hijau sebagai salah satu penghidup paru-paru kota. Tetapi jika dilihat pada realitanya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo masih jauh dari kata Ruang Terbuka Hijau yang baik karena masih kurang ditumbuhi tanaman hijau. Maka dari itu pihak pengelola lebih baik secepatnya mengagendakan untuk menanamkan banyak tumbuhan hijau yang dapat pula membuat Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo ini menjadi Ruang Terbuka Hijau yang benar-benar hijau. Hal ini perlu didukung juga dengan kualitas yang air yang ada karena jika dilihat dari ketersediaan air yang ada saat ini masih kutang baik untuk pertumbuhan tamanan karena air yang tersedia terasa asin. Jika semua agenda tersebut sudah terlaksana maka ada harus peraturan tambahan perihal masalah tersebut seperti harusnya ada larangan tentang bahwa permainan untuk anak-anak, dilarang untuk orang dewasa. Dilarang menginjak rumput, dilarang merokok dan larangan membuang sampah sembarangan karena jika dilihat dari fasilitas tempat sampah yang tersedia sudah mencukupi untuk ruang publik sebesar ini.

FASILITAS DI TAMAN KALIJODO

TAMAN KALIJODO YANG TERLETAK DI KELURAHAN ANGKE KECAMATAN TAMBORA, RT 007 DAN 008 DI RW 010, JAKARTA BARAT INI MEMILIKI BANYAK FASILITAS YANG DAPAT DINIKMATI OLEH PENGUNJUNG. BEBERAPA FASILITAS TAMAN KALIIJODO YAITU GERBANG MASUK YANG MENGGUNAKAN TIKET PARKIR SEHINGGA KITA YANG PARKIR DI TAMAN TERSEBUT AKAN MERASAKAN NYAMAN DAN TIDAK MERASA WAS-WAS KEHILANGAN KENDARAAN SAAT MENGUNJUNGI TAMAN INI.

GAMBAR 1 GERBANG MASUK TAMAN KALIJODO

TAMAN KALIJODO JUGA TERDAPAT AMPHITHEATER (MINI THEATRE)UNTUK PENGUNJUNG YANG DATANG KE TAMAN KALIJODO DAN DISEKITAR AREA INI TERDAPAT LEMARI MINUMAN APABILA KITA INGIN MEMBELI MINUM DI MINI THEATER.

Gambar 2. Mini Theater

GAMBAR 3 SALAH SATU PENGUNJUNG YANG MEMBELI MINUMAN DI MINI THEATER

Taman Kalijodo juga memiliki arena bermain anak-anak yaitu seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan dan lain-lain. Kemudian, salah satu tempat yang menarik pengunjung untuk datang ke taman ini adalah taman kalijodo memiliki arena Skate ParkArea BMX, serta lapangan futsal yang memiliki standar internasional sehingga pengunjung yang ingin meluangkan waktunya untuk berolahraga akan sangat nyaman disini. Selain itu, untuk menunjang minat membaca khususnya anak-anak dan generasi muda taman kalijodo ini juga menyediakan Perpustakaan Masyarakat Jakarta atau disingkat PERMATA, perpustakaan ini berada di dalam semacam kendaraan bermodel bis sehingga menimbulkan konsep yang unik dan dapat menarik perhatian pengunjung.

GAMBAR 4. ARENA BERMAIN ANAK

Gambar 5. Skate Park dan Area BMX

GAMBAR 6. LAPANGAN FUTSAL

Gambar 7. Perpustakaan Masyarakat Jakarta

TAMAN KALIJODO JUGA MEMILIKI TEMPAT MAKANAN PUJASERA (PUSAT JAJANAN SERBA ADA) DI BEBERAPA TITIK AGAR PENGUNJUNG YANG DATANG TIDAK PERLU JAUH-JAUH UNTUK MENCARI MAKAN ATAU MINUMAN DI TAMAN KALIJODO. KEMUDIAN, TAMAN KALIJODO JUGA MENYEDIAKAN FASILITAS MUSHOLLA, TOILET, TOILET KHUSUS DIFABLE, SERTA RUANG LAKTASI SEHINGGA PENGUNJUNG AKAN LEBIH MUDAH UNTUK MELAKSANAKAN IBADAH SHOLAT.

GAMBAR 8. PUJASERA

GAMBAR 9. MUSHOLA DAN TOILET

Para pengunjung yang menyukai fotografi, tampaknya Taman Kalijodo juga tak kalah dengan taman-taman lainnya. Salah satu bagian yang menjadi perhatian pengunjung di Taman Kalijodo adalah dengan adanya coretan grafiti di sebuah tembok besar. Sehingga pengunjung pun dapat mengambil foto yang instagramable.


GAMBAR 10. GRAFITI

Banyak sekali fasilitias yang ditawarkan oleh pengelola Taman Kalijodo, dengan adanya taman tersebut diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung serta menjadi salah satu alternatif tempat rekreasi di daerah Jakarta. Alangkah baiknya kita khususnya warga Jakarta harus tetap menjaga fasilitas umum tersebut agar tetap rapih dan dapat memberi manfaat untuk orang banyak.

ASPEK SOSIAL
Pasca penggusuran Kalijodo dan beralih nya fungsi Kalijodo yang tadinya merupakan tempat lokalisasi menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo menimbulkan berbagai macam dampak terhadap masyarakat sekitar.
Secara langsung, warga yang tadinya bermukim di daerah lokalisasi otomatis dipindahkan ke rusun (rumah susun) marunda apabila memiliki KTP DKI Jakarta, dan akan dikembalikan ke daerah asal apabila tidak memiliki KTP DKI Jakarta.
Secara kasat mata, permasalahan amoral seperti pelacuran, perjudian, miras, dan berbagai hal lainnya berganti dengan tampilan baru ruang terbuka hijau serta munculnya berbagai sarana edukasi dan rekreasi bagi masyarakat Jakarta (tertera pada penjelasan tentang fasilitas). RPTRA Kalijodo yang berganti wajah tersebut kini berubah menjadi rumah bagi skateboarder ibukota, berikut wawancara dengan salah seorang skateboarder ibukota yang merasakan langsung dampak dari perubahan Kalijodo (klik link dibawah ini):
WAWANCARA DAN PERBEDAAN TENTANG KALIJODO YANG DULU DAN SEKARANG 

Rabu, 26 April 2017

DAMPAK NEGATIF INDUSTRI TEKSTIL TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR

DAMPAK NEGATIF INDUSTRI TEKSTIL TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR

http://www.carikampus.com/modules/univ/images/UGLogo.jpg

Disusun Oleh:


Nama                    : Abhel Lizenza
NPM                           : 30414072
Kelas                            : 3ID01




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017

A.           LATAR BELAKANG
Pada saat ini kemajuan di bidang industri sangat pesat. Di Indonesia sendiri sudah banyak industri berdiri, salah satunya yaitu industri tekstil. Namun perkembangan industri ini juga teradapat dampak negatif terhadap lingkungan. Dampak berbahaya itu berasal dari kelalaian para pendiri industri tersebut dalam membuang limbah pabrik dengan serta merta ke sungai.
Air sungai pada saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dikarenakan sulitnya mendapatkan air yang bersih di era modern ini. Apalagi bagi masyarakat yang tidak mampu membeli air bersih, tentu akan menggunakan air sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai pun juga menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci bahkan untuk memasak.
Limbah pabrik tekstil yang dibuang ke sungai tentu mengandung zat warna yang digunakan untuk mewarnai kain yang diproduksi. Akan sangat berbahaya apabila pewarna kain yang digunakan untuk produksi tersebut bercampur dengan air sungai akibatnya makhluk hidup yang berada di sungai tersebut akan mati dan apabila masyarakat sekitar menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari maka hal ini akan mengganggu kesehatan masyarakat yang mengonsumsi air sungai yang tercampur zat warna dari limbah pabrik tekstil tersebut.

B.            PEMBAHASAN
Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara pressing. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada proses pembuatan tekstil terdpat zat yang dapat mencemari lingkungan yaitu alkylphenols, phthalates, azo dyes dan masih banyak lagi. Dampak Yang Ditimbulkan Zat Warna Limbah Tekstil Pada Tubuh Manusia.
1.        Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pengolahan limbah dalam sungai.
2.        Limbah tekstil yang dibuang  ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.
3.        Deterjen yang digunakan untuk proses pencucian  zat warna pada tekstil sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.
4.        Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).
5.        Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.
6.        Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.
7.        Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan (Renita Manurung, dkk. 2004). Ada beberapa proses yang dilalui agar limbah  ini bebas dari unsur pencemaran yaitu :
a. Proses Fisik
Perlakuan terhadap air limbah dengan cara fisika, yaitu proses pengolahan secara mekanis dengan atau tanpa penambahan bahan kimia. Proses-proses tersebut di antaranya adalah : penyaringan, penghancuran, perataan air, penggumpalan, sedimentasi, pengapungan, Filtrasi,
b. Proses Kimia
Proses secara kimia menggunakan bahan kimia untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar di dalam limbah. Kegiatan yang termasuk dalam proses kimia di antaranya adalah pengendapan, klorinasi, oksidasi dan reduksi, netralisasi, ion exchanger dan desinfektansia.
c. Proses Biologi
Proses pengolahan limbah secara biologi adalah memanfaatkan mikroorganisme (ganggang, bakteri, protozoa) untuk mengurangi senyawa organik dalam air limbah menjadi senyawa yang sederhana dan dengan demikian mudah mengambilnya.
Proses ini dilakukan jika proses fisika atau kimia atau gabungan kedua proses tersebut tidak memuaskan. Proses biologi membutuhkan zat organik sehingga kadar oksigen semakin lama semakin sedikit. Pada proses kimia zattersebut diendapkan dengan menambahkan bahan koagulan dan kemudian endapannya diambil. Pengoperasian proses biologis dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi tanpa udara dan operasi dengan udara (Renita Manurung, dkk. 2004).

C.           KESIMPULAN
Limbah yang dihasilkan oleh industri tekstil sangat berbahaya bagi kesehatan. Masih banyak industri tekstil yang masih membuang limbah tersebut sembarangan dikarenakan belum adanya komitmen dari pimpinan perusahaan, tetapi ada juga sebagian perusahaan yang melakukannya dengan benar. Peran pemerintah  dan masyarakat diperlukan untuk mengurangi perusahaan-perusahaan yang masih membuang limbah sembarangan tanpa diolah limbah tersebut agar ramah lingkungan. Pemerintah juga harus memberi sanksi terhadap perusahaan yang masih membuang limbah agar terciptanya lingkungan yang sehat. 

D.           DAFTAR PUSTAKA
Renita Manurung, dkk. 2004.  Perombakan Zat Warna Azo Reaktif  Secara Anaerob – Aerob. Sumatera Utara : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia
https://bisnis.tempo.co/read/news/2013/02/26/090463924/industri-tekstil-dinilai-tak-ramah-lingkungan

E.      Industri Tekstil Dinilai Tak Ramah Lingkungan  LAMPIRAN
Sejumlah aktivis lingkungan hidup Greenpeace menggunakan perahu karet menyusuri saluran air limbah beracun pabrik tekstil di pinggir Sungai Citarum, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/12). TEMPO/Prima Mu


Rabu, 11 Januari 2017

REVIEW EOQ

REVIEW JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Judul                             : Economic Order Quantity (EOQ) Model
Jurnal                    : Global Journal of Finance and Economic Management
Volume                  : Volume 5 No.1
Halaman                : 1-5
Tahun                    : 2016
Penulis                   : Dr. Rakesh Kumar, Assistant professor P.G.D.A.V. College University of Delhi
Reviewer                : Abhel Lizenza (30414072)
Tanggal                  : 11 Januari 2016


1.     Abstraksi
Persediaan ialah aset dari suatu perusahaan, dan persediaan ini juga mewakili sebagai investasi. Investasi ini memerlukan komitmen dana, oleh karena itu perusahaan harus menjaga persediaan pada tingkat yang benar. Apabila persediaan ini terlalu besar, perusahaan kehilangan kesempatan untuk menggunakan dana tersebut secara lebih efektif. Demikian pula, jika persediaan terlalu kecil, perusahaan mungkin kehilangan penjualan. Dengan demikian, ada tingkat persediaan yang optimal. EOQ adalah sebuah metode yang digunakan untuk menghitung jumlah yang optimal yang dapat dibeli untuk meminimalkan biaya baik persediaan dan pengolahan pesanan pembelian.

2.     Pendahuluan
Jurnal ini menggunakan model EOQ yang berguna untuk meminimalkan biaya yang terkait dengan Pemesanan dan persediaan. Metode ini dapat menjadi alat yang berharga untuk pemilik usaha kecil yang untuk membuat keputusan mengenai berapa banyak persediaan untuk disimpan, berapa banyak item untuk dipesan setiap kali, dan seberapa sering untuk menyusun ulang untuk dikenakan biaya serendah mungkin.

3.     Biaya Pemesanan
Biaya pemesanan ialah biaya yang dikeluarkan pada saat mendapat tambahan persediaan. Biaya pemesanan ini yaitu biaya yang dikeluarkan untuk tunjangan berpergian ,tunjangan untuk membayar petugas, percetakan dan stasioner, gaji Departemen pembelian, biaya pemeriksaan, biaya transportasi dan lain-lain.
Oleh karena itu, hal ini diasumsikan bahwa memesan biaya per pesanan tetap konstan. Lebih sedikit jumlah yang dibeli pada setiap order, parutan akan memesan biaya dan sebaliknya. Hubungan ini ditunjukkan dalam gambar 1.

4.     Biaya Penyimpanan
Biaya ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan  persediaan di tangan. Biaya ini meliputi bunga modal yang tertanam dalam persediaan, sewa gudang, asuransi, pajak, ongkos bongkar muat, harga penyusutan, harga kerusakan, dan penurunan harga. Biasanya biaya ini sebanding dengan jumlah persediaan dalam stok. Besar volume persediaan, semakin tinggi akan persediaan yang membawa biaya dan sebaliknya. Hubungan ini ditunjukkan pada gambar 2.

5.     Analisis sensitivitas
Analisis sensitivitas ini membuat perubahan ke variabel-variabel yang dibangun untuk menetapkan bahwa perubahan yang dibuat akan secara signifikan mempengaruhi hasil. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui akibat dari perubahan parameter-parameter produksi terhadap perubahan kinerja sistem produksi dalam menghasilkan keuntungan.


6.     Formulasi Matematika EOQ
EOQ = / C √ (2 × A × O)
EOQ = kuantitas ekonomi order
A = tahunan permintaan di unit
O = biaya yang dikeluarkan untuk menempatkan pesanan tunggal
C = biaya per unit per tahun
Formula ini berasal dari biaya fungsi berikut:
Di EOQ, Total biaya penyimpanan = Total biaya  pemesanan     penyimpanan biaya per unit = C
Rata-rata persediaan = EOQ / 2
biaya persediaan penyimpanan rata-rata = (EOQ /2) × C biaya yang dikeluarkan untuk satu pemesanan = O
Ukuran pemesanan = EOQ
unit permintaan unit = A
Jumlah pesanan untuk periode = A / EOQ Total biaya pemesanan untuk = periode (A / EOQ) × O di EOQ, Total biaya penyimpanan = Total biaya pemesanan (EOQ /2) × C = (A / EOQ) × O
EOQ × EOQ = (2 × × O) / C EOQ = / C √ (2 × A × O)
biaya Total pemesanan + Total biaya penyimpanan = √(2×A×O×C)

Asumsi dalam EOQ Model:
Formula ini didasarkan pada asumsi-asumsi yang berikut. Tanpa asumsi ini, EOQ model tidak bisa bekerja untuk potensi yang optimal.
1. tingkat permintaan untuk tahun dikenal dan merata sepanjang tahun.
2. ada tidak ada waktu kesenjangan antara menempatkan pesanan dan menerima pasokan.
3. memesan biaya sangat langsung dengan jumlah pesanan.

4. membawa biaya sangat langsung dengan persediaan rata-rata.
5. ada tidak ada diskon kuantitas.

7.     Kesimpulan
EOQ adalah alat yang sangat berguna untuk inventarisasi kontrol ini dapat diterapkan untuk persediaan barang jadi, persediaan karya dalam proses, dan persediaan bahan baku. Ini mengatur pembelian dan penyimpanan persediaan sedemikian rupa sehingga dapat menjaga bahkan aliran produksi pada saat yang sama menghindari investasi yang berlebihan dalam persediaan.